areaseoku's Blog

Kondisi Pertanian Indonesia Di Era Modern ini

Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari pulau besar dan kecil dengan wilayah daratan dan lautan yang luas ditambah lagi kondisi geografi Indonesia terletak pada garis khatulistiwa yang memungkinkan ada banyaknya sumber daya alam yang tersebar di Indonesia yang sangat beraneka ragam dan melimpah yang tersebar diseluruh wilayah nusantara. Bukan hanya sumber daya alam yang melimpa, kondisi tanah di Indonesia sangat subur dan selalu disinari matahari sepanjang tahun yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman umur pendek.

Indonesia dikenal sebagai Negara agraris yang kaya akan tanaman pertaniannya. Sebagian besar masyarakat kita bekerja di bidang pertanian karena lahan yang cukup berlimpah. Namun dalam pengolahannya, pertanian kita masih jauh tertinggal oleh negara-negara maju di belahan eropa dan amerika yang hanya memiliki lahan pertanian yang relatif kecil. Akibat hasil pertanian Indonesia yang buruk, produk impor lebih banyak beredar di masyarakat dibandingkan produk lokal. Hal ini menunjukkan masyarakat lebih memercayai kualitas produk pertanian impor daripada produk pertanian dalam negeri. Hal ini mengakibatkan kerugian besar bagi petani, karena hasil [url=http://republikseo.blogspot.co.id/2015/11/agroteknologiwebid-sumber-informasi.html]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] tidak dikonsumsi oleh masyarakat sehingga berakibat pada siklus pertanian selanjutnya, dan kemudian kebanyakan petani akan beralih profesi yang lain.
Kondisi pertanian di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. Walaupun tanah yang ada di Indonesia merupakan tanah yang sangat subur namun para petani tidak terlihat makmur. Banyak masyarakat yang dulunya adalah seorang petani di desa telah beralih profesi ke bidang lain di kota, dan banyak juga lahan persawahan yang dijadikan perumahan.

Pertanian [url=http://www.listoid.com/list/641]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] dalam pengertian luas mencakup semua kegiatan yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan makhluk hidup untuk kepentingan manusia, kepentingan yang jika diabaikan akan menyangkut hidup dan mati bagi rakyat. Tanpa kita sadari perkembangan pada sektor pertanian yang sedang terjadi saat ini telah mengalami kemunduran yang signifikan. Hal itu mengakibatkan pukulan yang telak bagi bangsa kita. Bangsa yang hidup di tanah yang sangat subur, tetapi rakyatnya masih banyak yang menderita kekurangan pangan. Kita menjadi rakyat yang harusnya malu karena bangsa kita adalah bangsa yang hidup berketergantungan pada sektor pertanian sebagai ketahanan pangan tetapi tidak dapat menjaga dan memeliharanya.

Apabila hal itu benar benar terjadi, bagaimana dengan kondisi pertanian di Indonesia sekarang ini? Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa terjadi krisis pangan. Apa gunanya kita banyak uang namun bahan pangan tidak ada dan selalu di impor dari luar negeri? Kita tidak mungkin memasak maupun mengolah uang, kita juga memerlukan hasil pertanian terutama padi.
Dalam aspek pertanian, Indonesia seharusnya menjadi Negara pengekspor beras terbesar di Asia Tenggara seperti pada tahun 70 an. Tetapi pada kenyataannya justru Indonesia adalah negara pengimpor beras yang cukup besar dikarenakan kebubutuhan pangan yang meningkat setiap tahun dan juga dipengaruhi oleh banyaknya pertumbuhan penduduk Indonesia.
Berdasrkan data yang diperoleh pada tahun 2010, Indonesia mengimpor beras sebanyak 1,33 juta ton dari negara tetangga, dan pada tahun 2013 Indonesia menghabiskan miliaran rupiah untuk membeli beras dari negara lain, seperti India sebanyak 11.992 ton dengan niai US$ 4,88 juta, Thailand 11.530 ton senilai US$ 7,819 juta, Vietnam 6.925 ton senilai US$ 4,196 juta, Pakistan 4.015 ton senilai US$ 1,521 juta, dan Myanmar 1000 ton senilai US$ 369,83 ribu. Hal ini tentunya akan berpengaruh kepada harga beras lokal di Indonesia. Jumlah kemiskinan di Indonesia akan meningkat dan memungkinkan terjadinya inflasi.

Menjelang berakhirnya pemerintahan SBY-Boediono, nasib [url=]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] dan kesejahteraan petani masih saja terpuruk. Kondisi ini terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurun selama enam bulan terakhir masa pemerintahannya. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Juni 2014, telah terjadi penurunan NTP tanaman pangan dari 98,20 menjadi 97,98. Sementara NTP secara umum sedikit meningkat dari 101,80 menjadi 101,88.

Masalah diatas tidak terlepas sistem pemerintahan yang kurang memperhatikan sistem [url=https://drive.google.com/file/d/1rsO6pdqjXRI_TBFMvptkKVConaOIqFX_IrqokTfZTys/view]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] dan juga dipengaruhi teknologi pertanian di Indonesia yang belum maju dan modern bila dibandingankan dengan negara-negara lainnya. Contohnya pengolahan sawah di Indonesia masih menggunakan tenaga hewan maupun manusia, sedangkan di nagara lain sudah menggunakan mesin untuk mengolah lahan sawahnya. Sehingga dari salah satu perlakuan tersebut sangat berpengaruh pada hasil pertanian yang didapatkan. Coba perhatikan perbandingan teknologi pertanian diluar negeri dengan di Indonesia berikut ini.

Bukan hanya teknologi di Indonesia yang belum cangki namun sistem pemanfaatan dan pengolahan sumber air bagi [url=http://page2rss.com/32e4e678cd3f25e0b188b0861ed5864f]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] masi belum sempurna. Contohnya sering terjadi kekeringan maupun banjir. Sehingga dua faktor tersebut juga dapat mengurangi hasil pertanian di Indonesia.

Oleh karena itu, marilah kita memulai menyelamatkan [url=https://www.scribd.com/doc/293158094/Agroteknologi-web-Id-Sumber-Informasi-Pertanian-Indonesia]Agroteknologi.web.id Sumber Informasi Pertanian Indonesia[/url] dengan baik dan benar yaitu dengan meningkatkan pengetahuan teknologi yang modern dibidang pertanian, serta meningkatkan kesadaran kita untuk semangat bertani agar kebutuhan pangan di negara kita dapat terpenuhi. Percuma saja bila suatu negara kaya memiliki banyak uang, namun dia membeli kebutuhan negaranya dari negara lain.

15 Comments

Must be logged in to comment.